#PramsDay

Siapa bilang generasi muda Indonesia mudah lupa? Bahkan kini tampak ada sekian banyak insan yang ingin ‘melawan lupa’. Termasuk tidak melupakan kontribusi orang-orang yang penting bagi bangsa ini.

Pramoedya Ananta Toer (6 Februari 1925-30 April 2006)

Pramoedya Ananta Toer

Salah satunya, tidak melupakan Pramoedya Ananta Toer. Sastrawan yang memberi kontribusi pada kehadiran realisme sastra yang tidak mengutamakan keindahan, tetapi pada karya sastra yang memberi daya guna bagi pembaca. Kepergiannya pada 30 April 2006 tidak serta merta menghapus ingatan pembaca akan dirinya. Inilah semangat yang dihembuskan lewat kampanye sehari mengenang Pramoedya Ananta Toer di tanggal 6 Februari 2012. Tanggal itu merupakan tanggal kelahiran sang penulis, 6 Februari 1925.

Tanda pagar #PramsDay semula berdiri sendiri-sendiri. @htanzil @redjopi @helvry_sinaga @scriptozoid @nemubuku @rahung @RichardOh dan banyak lagi mulai posting di Twitter. Lalu semua itu kemudian menyatu menjadi kekuatan opini yang mampu membuka mata bahwa pembaca (masyarakat Indonesia) tidak lupa pada Pramoedya Ananta Toer. #PramsDay adalah upaya rekoleksi karya dan pikiran Pramoedya yang diwujudkan dengan menunjukkan buku favorit, quotes yang disukai, survei kapan membaca Pramoedya, foto koleksi buku-buku Pramoedya.

Menarik hasilnya, survei yang dilakukan oleh @htanzil dan @hilmarfarid misalnya. @htanzil melaporkan ada 20 mention mengaku pernah baca karya Pram, usia mereka di kisaran (12-38 thn), dan ada yg baca Pram saat usia 12 tahun! Sedang @hilmarfarid mengumpulkan jawaban dari “apa buku/tulisan pram yg paling disukai?” dan pembaca menjawab mulai dari Arus Balik, Bukan Pasar Malam, Gadis Pantai, dlsb.

Liputan #PramsDay di Kompasiana: http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/02/07/karya-terbaik-yang-pernah-saya-baca/

#PramsDay di Kompasiana

#PramsDay di Kompasiana

Liputan di Saling Silang: http://salingsilang.com/baca/linimasa-mengenang-pramoedya-ananta-toer-lewat-pramsday

#PramsDay di SalingSilang.com

#PramsDay di SalingSilang.com



“Kita sudah melawan sebaik-baiknya, Nak, sehormat-hormatnya”
(Nyai Ontosoroh)

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s