Di Balik Publikasi: Menangani Kampanye Social Media Film “Jakarta Hati”

Tantangan ini datang sewaktu kami membuka booth #Twitteriak di Social Media Festival 2012, 12-14 Oktober 2012 lalu. Di tengah panasnya venue di area parkiran Gelanggang Renang Senayan, Lavesh Samtani dari 13 Entertainment masuk ke booth #Twitteriak dan bertanya soal mekanisme kerja #Twitteriak. Setelah dijelaskan secara detil, lalu Lavesh mengajukan tantangan yang membuat kami tertegun: berani tidak menggunakan #Twitteriak untuk mengangkat film baru karya Salman Aristo berjudul “Jakarta Hati” lalu ia tinggalkan kartu namanya.

jakartahati-posterKira-kira dua hari sebelumnya, kami baru saja melihat trailer “Jakarta Hati” ditayangkan di channel Youtube dan belum sebulan dari tawaran untuk melihat rough editing di Wahana Penulis, jadi film dan potensi “Jakarta Hati” memang sudah langsung terbayang. Mengangkatnya ke New Media seperti #Twitteriak justru hal yang luar biasa, apalagi tantangan dari Lavesh jelas, menciptakan engagement kepada masyarakat lewat media sosial. Tantangan besar sekali, apalagi belakangan ternyata semua komunikasi hanya memanfaatkan apa yang tersedia di social media: Youtube, Twitter, Facebook.

Baca lebih lanjut