Di Balik Publikasi: Mendesain Proposal Internet Governance Forum 2013

ICT Watch, organisasi nirlaba yang bergerak di bidang internet di Indonesia, kembali meminta kami untuk mendesain proposal Internet Governance Forum/IGF 2013. Indonesia adalah penyelenggara IGF 2013, ini merupakan even ke-8 dari diskusi global mengenai Tata Kelola Internet.

Mengapa Indonesia harus ikut mendukung IGF 2013? Indonesia adalah salah satu negara berkembang terbesar dalam hal penggunaan Internet, berdasarkan data terkini dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Indonesia memiliki sekitar 63 juta pemakai Internet per akhir tahun 2012. Anggota APJII yang bekerja memberikan dukungan akses ke Internet meliputi 240 Perusahaan Internet Service Providers (ISP), 28 Perusahaan Network Access Providers (NAP), dan 5 Perusahaan Multimedia. Meskipun jumlah pemakai Internet di Indonesia sangat tinggi dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya, jumlah tersebut hanya mencakup seperempat (24,35%) dari total populasi Indonesia. Penyebaran akses Internet di Indonesia jauh dari merata, dan pemakai masih terpusat di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Mendukung peningkatan akses Internet bagi berbagai golongan sosial-ekonomi dan lokasi geografis menjadi perhatian bersama dari banyak pihak di Indonesia.

Berikut ini rancangan desain proposal IGF2013:

Desain-ProposalIGF2013-1 Desain-ProposalIGF2013-2
Desain-ProposalIGF2013-3 Desain-ProposalIGF2013-4
Iklan

Di Balik Publikasi: Memproduksi Video Promosi Internet Governance Forum 2013

ICT Watch, organisasi nirlaba yang fokus bekerja untuk pengembangan internet di Indonesia, meminta kami untuk memproduksi video promosi Internet Governance Forum/IGF 2013 yang akan berlangsung di Indonesia pada 21-25 Oktober 2013 di Nusa Dua, Bali – Indonesia.

Waktu produksi yang diberikan cukup pendek hanya 2 hari. Kami akhirnya memproduksi video ini dengan cara menggabungkan footages dari Stephan Kot, Andrew Melikov, Giri Prasetyo serta shooting di daerah Menteng, Cikini, Kemang, SCBD, dan Bintaro. Pengerjaan syuting dibantu oleh Jaman Pictures yang punya riwayat kuat memproduksi dokumenter.